Dalam sebuah penelitian, besarnya sampel yang akan digunakan tergantung dari beberapa hal, yaitu :
- Derajat keseragaman (degree of homogeneity) dari populasi, makin seragam sebuah populasi penelitian, maka untuk mendapatkan hasil penelitian yang presisi dibutuhkan jumlah sampel yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan populasi yang tidak seragam.
- Tingkat ketelitian analisa yang dikehendaki dalam penelitian. Jumlah sample yang lebih banyak dapat menghasilkan tingkat ketelitian analisa yang lebih baik.
- Rencana analisa.
- Tenaga, biaya, dan waktu yang tersedia.
Salah satu metode yang dapat dipakai untukmenentukan jumlah sampel ini adalah metode purposive sampling. Dalam metode ini besarnya sampel ditentukan dengan mempertimbangkan tujuan penelitian berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan terlebih dahulu. Dimana besarnay sampel yang akan digunakan dihitung dengan menggunakan rumus Slovin berikut :
jumlah Sample = N / (1+N.e.e)
Dimana :
- n adalah jumlah sampel
- N adalah jumlah populasi
- e adalah persentase toleransi ketidaktelitian (presesi) karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir
Sebagai contoh : Populasi penduduk sebuah kota adalah sebanayak 1 juta jiwa. Dan tolerasi kesalahan analisa yang masih diijinkan dalam sebuah penelitian di kota tersebut adalah 10%. Maka jumlah sampel yang harus diambil dalam penelitian di kota tersebut adalah :
Jumlah sampel = 1000000/(1+1000000×0.1×01)
= 1000000/10001 = 99.99
Jumlah sampel dibulatkan jadi 100 penduduk
Untuk penjelasan tambahan, lihat juga materi kuliah BioStatistik Sampel Dan Metode Sampling berikut, atau Anda dapat juga melihat-lihat materi kuliah BioStatistik lainnya di page BioStatistik.










mau tanya, kalo jumlah sampel minimal untuk penelitian kuantitatif berapa ya? misal, kita meneliti tentang karyawan yang akan pensiun. nah, kebetulan karyawan yang pensiun di perusahaan itu hanya ada 20 orang, dan jadi diambil sampel sebanyak 20 orang tersebut. kalau bgitu, apakah sudah memenuhi syarat sampel? trimakasih.